Media Tanam Hidroponik

Media Hidroponik

Hidroponik saat ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. banyak dari kalangan hobi, petani, atau pebisnis yang mulai menjajaki sistem hidroponik ini. Dengan dukungan ilmu dan teknologi yang semakin maju, banyak cara budidaya hidroponik dikembangkan, salah satunya adalah diproduksinya berbagai macam media hidroponik.

Media hidroponik dapat dibedakan menjadi 2 yaitu media organik dan dan media non organik.

1. Media Organik

Yang termasuk media hidroponik organik di antaranya:

  • Arang sekam

Media Hidroponik - Arang Sekam

  • Serbuk gergaji

Media Hidroponik - Coco Peat (Coco Coir)

  • Sabut kelapa

Media Hidroponik - Sabut Kelapa

  • Akar pakis

Media Hidroponik - Akar Pakis

  • Vermikulit

Media Hidroponik - Vermiculite

  • Dan lain-lain

 

Kelebihan media organik:

  • Kemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi
  • Baik bagi perkembangan mikroorganisme bermanfaat (misalnya mikoriza, dll)
  • Aerasi optimal (berporus)
  • Kemampuan menyangga pH tinggi
  • Sangat cocok bagi perkembangan perakaran
  • Baik diguakan pada tipe irigasi drip (tetes)
  • Lebih ringan

 Kekurangan media organik:

  • Kelembaban media cukup tinggi, sehingga rentan serangan jamur, bakteri, maupun virus penyebab penyakit tanaman
  • Sterilitas media sulit dijamin
  • Tidak permanen (hanya dapat digunakan beberapa kali saja, harus diganti secara rutin)

 

2. Media Hidroponik Non organik

Yang termasuk media hidroponik non organik antara lain:

  • Perlit

Media Hidroponik - Perlite

  • Rockwool

Hidroponik - Memotong Rockwool

Hidroponik – Memotong Rockwool

  • Clay granula
  • Sand

Media Hidroponik - Sand (Pasir)

  • Gravel

Media Hidroponik - Gravel

  • Batu apung
  • Batu bata
  • Batu karang
  • Hidroton / hydroton

Media Hidroponik - Hidroton

  • Dan lain-lain

Kelebihan media non organik:

  • Permanen (dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama)
  • Aerasi optimal (memiliki porus)
  • Cepat mengatuskan air
  • Media tidak terlalu lembab
  • Sterilitas lebih terjamin
  • Jarang digunakan sebagai inang bagi jamur, bakteri, dan virus

 Kekurangan media non organik:

  • Bukan media yang baik bagi perkembangan organisme bermanfaat seperti mikoriza
  • Media lebih berat karena umumnya berasal dari batuan
  • Terlalu cepat mengatuskan air, nutrisi yang diberikan sering terlindi
  • Kurang baik bagi perkembangan sistem perakaran

 

Sumber :